;

Jumat, 25 Maret 2011

Cara membuat Virus Trojan Horse

1. Sang Hacker harus memiliki programnya (Trojan Horse) yang berisikan builder dan client. Beberapa contoh programnya antara lain Optix Pro, Netbus, dll.
2. Sang Hacker harus dalam koneksi internet (dalam keadaan online).
3. Sang Korban juga dalam keadaan online.
okey… untuk pertama-tama kita akan mempelajarinya. Program yang kita pakai sekarang adalah Optix Pro buatn http://www.evileyesoftware.com . SAAT MENDOWNLOAD ATAU MENJALANKAN OPTIX PRO, DIHARAPKAN ANDA MEMATIKAN ANTI VIRUS ANDA!!
Langkah menjalankan Trojan Optik Pro :
1. Jalankan builder.exe untuk mencipatakan Trojan server, trus berikan nama & buat icon apa aja yang mampu menarik perhatian orang (biasanya untuk icon kebanyakan menggunakan icon multimedia).
Langkahnya : klik menu Main Setting, trus General Information
Dibagian inilah inti dari pembuatan Server Trojan, krn dibagian ini kita akan menentukan Server Port, scara default portnya ialah 3410, namun kita bisa merubah port ini mulai dari 1024 – 65535(berdasarkan RFC 1700). Sehinggan Trojan yg kita buat susah untuk terdeteksi oleh Pemburu Trojan lain.
Server Password fungsinya untuk pada saat Trojan Client koneksi ke Trojan Server.
Fake Error sgt berhubungan dgn bagian Server Icon yg berguna untuk menipu sang korban saat menjalankan Server Trojan yang kita buat.
Baca Selanjutnya..

Kontes Hacking Menjebol Browser

Browser Safari 5 dan IE8 Berhasil Dijebol Hacker



VANCOUVER, KOMPAS.com – Tak disangka browser Safari buatan Apple dan Internet Explorer 8 buatan Microsoft punya nasib yang sama. Berhasil dijebol hacker di hari pertama kontes Pwn2Own yang digelar sebagai bagian dari konferensi teknologi keamanan CanSecWest di Vancouver, Kanada, 9-11 Maret 2011.
Para peneliti sistem keamanan dari perusahaan Vupen, Perancis menjadi tim pertama yang berhasil menjebol Safari 5. Bahkan sesuai angka versi software tersebut, mereka melakukannya hanya dalam waktu lima detik. Tidak main-main yang dijebol adalah browser versi 64 bit yang berjalan di Mac OS X Snow Leopard di MacBook dan sudah di-patch besar-besaran sebelumnya.
Co-founder Vupen, Charouki Bekrar, dan dua anggota timnya bekerja keras selama dua minggu untuk menemukan kelemahan di Safari 5. Mereka menemukannya pada bagian Webkit, mesin rendering berbasis open source yang digunakan browser tersebut. Mereka sukses mengeksploitasi kelemahan itu dan menembus sistem lewat ASLR (Address Space Layout Randomization) and DEP (Data Execution Prevention), dua fitur keamanan yang khusus dirancang untuk mencegah program jahat menyusup.
Baca Selanjutnya..

Serial Number IDM

Sekedar sharing, gara-gara pengalaman pribadi, waktu mau download palah IDM.e ga bisa bekerja gara-gara trial 30 hari. Waktu itu lagi butuh banget IDM buat download file yang dikirim sama saudaraku.
Browsing lama banget ga dapet-dapet serialnya, mau download software buat keygen juga percumah, kan IDM.nya ga jadi,heheheee
Nah berikut ini saya tuliskan serial number IDM untuk bisa anda pakai di IDM anda.
First name :piko
Last name :augusta
E-maiL :architect.landscape@gmail.com
Serial number :LX2HH-76JYH-BWU14-V9AEG
O ia, jangan lupa disconnect jaringan anda jika ingin mengisikan serial number tersebut, semoga bermanfaat.
dan jang lupa download patc di sini Baca Selanjutnya..

Rabu, 23 Maret 2011

Menterjemahkan halaman web ke bahasa indonesia

bila anda ingin menterjemahkan suatu web ke bahasa indonesia silahkan copi paste link dibawah ini kemudian diletakkan ke alamatnya paling depan..kemudian refres or nter. maka akan berubah menjadi bahasa indonesia.
http://translate.google.co.id/translate?hl=id&sl=en&u= Baca Selanjutnya..

Jumat, 28 Januari 2011

Beda http:// dan https://

HTTP (HyperText Transfer Protocol) adalah protokol yang dipergunakan untuk mentransfer dokumen dalam World Wide Web (WWW). Protokol ini adalah protokol ringan, tidak berstatus dan generik yang dapat dipergunakan berbagai macam tipe dokumen.

Pengembangan HTTP dikoordinasi oleh Konsorsium World Wide Web (W3C) dan grup bekerja Internet Engineering Task Force (IETF), bekerja dalam publikasi satu seri RFC, yang paling terkenal RFC 2616, yang menjelaskan HTTP/1.1, versi HTTP yang digunakan umum sekarang ini.

HTTP adalah sebuah protokol meminta/menjawab antara client dan server. Sebuh client HTTP seperti web browser, biasanya memulai permintaan dengan membuat hubungan TCP/IP ke port tertentu di tuan rumah yang jauh (biasanya port 80). Sebuah server HTTP yang mendengarkan di port tersebut menunggu client mengirim kode permintaan (request), seperti "GET / HTTP/1.1" (yang akan meminta halaman yang sudah ditentukan), diikuti dengan pesan MIME yang memiliki beberapa informasi kode kepala yang menjelaskan aspek dari permintaan tersebut, diikut dengan badan dari data tertentu. Beberapa kepala (header) juga bebas ditulis atau tidak, sementara lainnya (seperti tuan rumah) diperlukan oleh protokol HTTP/1.1. Begitu menerima kode permintaan (dan pesan, bila ada), server mengirim kembali kode jawaban, seperti "200 OK", dan sebuah pesan yang diminta, atau sebuah pesan error atau pesan lainnya.


https adalah versi aman dari HTTP, protokol komunikasi dari World Wide Web. Ditemukan oleh Netscape Communications Corporation untuk menyediakan autentikasi dan komunikasi tersandi dan penggunaan dalam komersi elektris.

Selain menggunakan komunikasi plain text, HTTPS menyandikan data sesi menggunakan protokol SSL (Secure Socket layer) atau protokol TLS (Transport Layer Security). Kedua protokol tersebut memberikan perlindungan yang memadai dari serangan eavesdroppers, dan man in the middle attacks. Pada umumnya port HTTPS adalah 443.

Tingkat keamanan tergantung pada ketepatan dalam mengimplementasikan pada browser web dan perangkat lunak server dan didukung oleh algorithma penyandian yang aktual.

Oleh karena itu, pada halaman web digunakan HTTPS, dan URL yang digunakan dimulai dengan ‘https://’ bukan dengan ‘http://’

Kesalahpahaman yang sering terjadi pada pengguna kartu kredit di web ialah dengan menganggap HTTPS “sepenuhnya” melindungi transaksi mereka. Sedangkan pada kenyataannya, HTTPS hanya melakukan enkripsi informasi dari kartu mereka antara browser mereka dengan web server yang menerima informasi. Pada web server, informasi kartu mereke secara tipikal tersimpan di database server (terkadang tidak langsung dikirimkan ke pemroses kartu kredit), dan server database inilah yang paling sering menjadi sasaran penyerangan oleh pihak-pihak yang tidak berkepentingan Baca Selanjutnya..

Jumat, 09 April 2010

Cain & Abel 4.9.39 – tool untuk password recovery

Ask me anything http://formspring.me/agus1moed

Cain & Abel merupakan tool hacking yang dipergunakan untuk password recovery untuk microsoft windows, atau juga dipergunakan untuk kegiatan sniffing (mengendus) via jaringan, cracking various password hashes by using methods such as dictionary attacks, brute force and cryptanalysis attacks, cain & abel merupakan pasangan serasi dalam dunia hacking, cracking dengan fitur yang cukup lengkap, jadi manfaat tool ini tergantung dari siapa pemakainya. Beberapa anti virus mendeteksi software ini sebagai malware misalnya pada avast versi lama mendeteksi cain & abel sebagai ” Win32 :Cain B (tool), atau Microsoft Security Essentials mendeteksinya sebagai “other potentially unwanted behavior”, hal yang cukup wajar saya kira mengingat fungsi dari tool ini, Anda dapat mengabaikan peringatan tersebut.

Sebagai pengetahuan dasar just for fun salah cara mengfungsikan Cain & Abel, saat kita terhubung dalam jaringan LAN adalah sebagai berikut :
1. Setelah terinstalasi ketahui terlebih dahulu IP addres Anda dan IP Addres server dengan cara klik run, cmd kemudian ketikkan ipconfig pada command prompt yang telah Anda buka.
2. Apabila sudah mengetahui IP address Anda selanjutnya klik icon Cain & Abel untuk mengaktifkannya, klik ARP, start sniffing, klik tab sniffing, scan MAC addres
3. Tunggu proses sniffing selesai, klik tab ARP pada bagian bawah, klik tanda “+” untuk meng-add maka akan muncul jendela baru terdiri dari dua kolom, “now is the time to hack” klik IP server pada kolom sebelah kiri dan klik IP address korban pada sebelah kanan, lakukan secara berulang-ulang terhadap semua sasaran.
4. Secara otomatis proses poisoning akan berjalan terhadap IP addres korban, klik tab password pada bagian bawah jendela dan klik HTTP, maka hasil perbuatan Anda sekarang terlihat, enjoy !
Contoh diatas adalah satu hal yang bisa dilakukan oleh Cain & Abel, masih banyak Fitur lain dari Cain & Abel :
* WEP cracking
* Speeding up packet capture speed by wireless packet injection
* Ability to record VoIP conversations
* Decoding scrambled passwords
* Calculating hashes
* Traceroute
* Revealing password boxes
* Uncovering cached passwords
* Dumping protected storage passwords
* ARP spoofing
* IP to MAC Address resolver
* Network Password Sniffer
* LSA secret dumper
* Ability to crack:
o LM & NTLM hashes
o NTLMv2 hashes
o Microsoft Cache hashes
o Microsoft Windows PWL files
o Cisco IOS – MD5 hashes
o Cisco PIX – MD5 hashes
o APOP – MD5 hashes
o CRAM-MD5 MD5 hashes
o OSPF – MD5 hashes
o RIPv2 MD5 hashes
o VRRP – HMAC hashes
o Virtual Network Computing (VNC) Triple DES
o MD2 hashes
o MD4 hashes
o MD5 hashes
o SHA-1 hashes
o SHA-2 hashes
o RIPEMD-160 hashes
o Kerberos 5 hashes
o RADIUS shared key hashes
o IKE PSK hashes
o MSSQL hashes
o MySQL hashes
o Oracle and SIP hashes
Welcome to the world of hacking !
Operating system : Microsoft windows
lebih lanjut : http://www.oxid.it/cain.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Cain_and_Abel_%28software%29
Download versi stable Cain & Abel ver4.9.39 (7.48 Mb)

Baca Selanjutnya..

Minggu, 04 April 2010

Proxy Cache di Internet

Perkembangan Internet sejak 1993 sangat pesat, bahkan karena perkembangan tersebut, Internet Society secara resmi telah mengumumkan: “1993 is the year the Internet ‘happened’ “. Penelitian pada tahun 1994 memperlihatkan perkembangan tersebut terutama oleh bertambahnya aliran data WWW yang meningkat sebesar 25% setiap bulannya dibandingkan dengan aliran data FTP yang meningkat sebesar 5%. Dengan perkembangan yang sebesar itu, aliran data WWW telah melebihi aliran data FTP pada bulan Mei 1995. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa aliran data WWW mencapai 37% dari jumlah total byte yang lewat di jaringan tulang punggung NSF.
Di satu sisi peningkatan yang pesat ini sangat menggembirakan, tetapi di sini lain -setidaknya untuk saat ini- perkembangan tersebut cukup mengkhawatirkan. Kekhawatiran ini terutama disebabkan oleh keterbatasan kapasitas prasarana Internet dan perkembangan kapasitas ini tidak dapat mengimbangi perkembangan penggunaan Internet.
Salah satu contoh ekstrem terjadinya beban jaringan yang tinggi adalah pada saat terjadinya event astronomi tahun 90-an: tabrakan komet Shumaker-Levy 9 dengan planet Jupiter. Ini adalah salah satu contoh publikasi ‘real-time’ di Internet. Gambar-gambar teleskop dari seluruh dunia ditempatkan pada server FTP dan WWW hanya beberapa jam setelah tabrakan tersebut. Beban pada server pada beberapa lokasi NASA sangat tinggi sehingga beberapa mesin harus ditambah untuk melayani beban permintaan atas gambar komet tersebut. Selama seminggu setelah tabrakan itu, Jet Propulsion Laboratories (JPL) NASA mencatat telah terjadi lebih dari 880.000 akses. Server lain yang terletak di Goddard Space Flight Center diakses lebih dari 420.000 kali dan mengirim data lebih dari 6 Terabyte.

Mirroring, Replicating, dan Caching

Pada kasus seperti di atas, kita dapat memperhatikan dua fenomena yaitu server WWW mengalami kelebihan beban dan aliran data yang lewat di jaringan sangat tinggi. Ada beberapa upaya yang dilakukan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kasus-kasus seperti di atas. Beberapa upaya tersebut adalah dengan menggunakan metoda yang dikenal dengan mirroring dan replicating, serta dengan caching. Mirroring dan replicating adalah metode yang menduplikasikan file dan/atau server pada tempat-tempat lain di Internet. Server yang tersebar di Internet mempercepat waktu respon dan mengurangi aliran data pada jalur wide area network (WAN). Metode mirroring ini tentu saja cukup membantu dalam mengurangi akses ke server asal tetapi ini bukan solusi yang ideal. Masalahnya adalah pengguna masih dapat memilih server mana yang akan dituju. Seorang pengguna mungkin memilih server asal dengan beberapa alasan. Mungkin ia tidak pernah tahu adanya mirror site, ia lupa nama server mirror tersebut, atau ia tidak percaya mirror site itu menyediakan file-file yang up-to-date.

Berbeda dengan metode di atas, metode caching berorientasi kepada client. Metode caching di Internet mirip dengan cache memory pada komputer yaitu dengan menempatkan object-object (dalam bentuk file) yang baru saja diakses pada situs yang dekat dengan client sehingga ketika file tersebut diakses kembali, maka file tersebut diambil dari situs yang dekat. Hal ini dimungkinkan karena protokol HTTP yaitu protokol jaringan yang digunakan pada aplikasi WWW mengenal fasilitas yang disebut sebagai server proxy. Proxy ini bertindak sebagai perantara antara client dengan server pada waktu pengaksesan dokumen.

Untuk lebih memperjelas, kita perhatikan gambar 1. Pada gambar tersebut host A dan B menjalankan program client dan host C menjalankan program server. Host A dan B terletak dalam satu LAN yang umumnya lebih cepat dibandingkan dengan kecepatan hubungan LAN tersebut ke Internet menggunakan WAN. Kita tinjau model hubungan client-server yang biasa berlaku pada aplikasi WWW. Pada hubungan seperti ini, client meminta koneksi dengan server. Setelah koneksi terjadi, client meminta akses terhadap dokumen di server. Server kemudian memberikan jawaban atas permintaan client dengan mengirimkan dokumen yang diminta. Pada kasus seperti contoh ini dapat terjadi inefisiensi atas penggunaan bandwidth WAN jika dokumen yang sama diakses berkali-kali. Sebagai contoh, pengguna di host A meminta dokumen pada host C dan keesokan harinya pengguna di host B juga meminta dokumen yang sama pada host C. Tentu saja akan lebih mudah jika dokumen tersebut diambil dari host A, waktu pengiriman dokumen lebih singkat dan bandwidth WAN ke Internet dapat dihemat.

Pada contoh di atas terlihat bagaimana upaya yang mungkin dilakukan untuk menghemat bandwidth. Kasus pengambilan dokumen yang sama berkali-kali merupakan kasus yang umum dalam aplikasi WWW dan FTP. Tentu saja akan sangat baik jika user di host B dapat mengambil dokumen yang sebelumnya telah diambil user di host A. Penggunaan metode ini hanya dapat berlangsung jika user di host B mengetahui bahwa duplikat dokumen yang diinginkannya telah berada di host A dan host A menjalankan aplikasi server sehingga user di host B memilih untuk mengambil dokumen tersebut dari host A. Kelemahan metode ini terlihat jelas jika jumlah user dan host banyak dan perilaku mereka biasanya saling bebas sehingga dokumen yang telah diambil user yang satu belum tentu akan diambil oleh user yang lain. Kelemahan lain adalah setiap host client juga harus menjalankan aplikasi server dan user yang ingin mengambil dokumen harus mengetahui di mana duplikat dokumen tersimpan.

Cara yang lebih baik adalah jika setiap user mengakses suatu dokumen, maka duplikat dokumen tersebut juga disimpan di sebuah situs yang dekat dengan user. Pada skenario ini terdapat tiga host yang terlibat dalam sebuah hubungan client-server agar dokumen yang diminta user dapat tersimpan di situs yang dekat. Hubungan client-server demikian tidak lagi seperti hubungan client-server sederhana yang telah digambarkan di atas. Dalam hubungan seperti ini, host ketiga yang disebut sebagai proxy bertindak sebagai perantara antara client dengan server yaitu meneruskan permintaan dari client kepada server jika perlu. Jika dokumen yang ada di proxy dianggap masih baru maka dokumen yang diminta client cukup diambil dari proxy. Pada posisi ini, proxy akan bertindak sebagai server dari sisi client dan sebagai client dari sisi server, karena itu yang sebenarnya terjadi adalah dua buah hubungan client-server sederhana (gambar 2). Walaupun demikian, user tidak akan merasakan terjadinya dua hubungan tersebut karena pada tingkat aplikasi yang tampak hanyalah user melakukan hubungan langsung dengan server tempat dokumen tersebut berada.

Proses duplikasi dokumen yang dijelaskan di atas memiliki kemiripan dengan metode mirroring. Perbedaan utama antara keduanya terletak pada orientasi duplikasi dokumen. Metode mirroring lebih berorientasi kepada server sedangkan metode proxy-cache lebih berorientasi kepada client. Di sini kita dapat melihat kelebihan penggunaan metode proxy-cache dibandingkan dengan mirroring. Proxy-cache dapat ditempatkan secara terdistribusi dan dekat dengan client yaitu dengan menempatkannya satu LAN dengan client. Server mirror, walaupun ditempatkan secara terdistribusi, memiliki kelemahan karena user yang ingin mengambil dokumen yang sama dalam waktu yang tidak berbeda jauh harus mengadakan hubungan client-server melalui jalur WAN yang biasanya memiliki bandwidth lebih sempit dibandingkan bandwidth LAN.

Jenis-jenis Cache

Masalah lain yang dihadapi dalam penduplikasian dokumen adalah bagaimana menjaga agar dokumen yang diduplikasikan sama dengan dokumen yang terakhir ada di server asli. Server mirror atau cache harus melakukan pembaruan kembali dokumen agar user percaya bahwa dokumen yang ia terima dari server mirror atau server proxy-cache sama dengan dokumen yang terdapat di server. Saat ini terdapat setidaknya dua jenis pembaruan kembali yang biasa digunakan yaitu jenis persistent dan jenis non-persistent. Pada jenis persistent, jika terdapat dokumen dalam cache maka dokumen yang disampaikan ke user adalah dokumen yang berada dalam cache tersebut. Dokumen tersebut selalu diambil dari cache kecuali jika user memaksa agar dokumen diambil langsung dari sumbernya. Contoh jenis ini adalah seperti yang digunakan oleh browser Netscape. Untuk memerintahkan Netscape agar mengambil langsung dari sumber dokumen, user harus memilih ikon reload. Kelemahan utama jenis ini adalah pembaruan kembali dokumen harus dipaksakan dan tidak ada mekanisme untuk memeriksa apakah dokumen yang disimpan masih sama dengan dokumen yang terdapat pada server asal atau dokumen harus diambil kembali dari server asal tersebut.

Berbeda dengan cache jenis persistent, cache non-persistent memiliki mekanisme untuk memperbarui dokumen di dalam cache sehingga dokumen yang diterima oleh user dapat selalu sama dengan dokumen di server asal tanpa perlu dipaksa oleh user. Mekanisme pembaruan kembali dokumen dalam cache ini menggunakan dua buah algoritma yang saling mendukung: algoritma Ageing dan algoritma Least Recently Used (LRU). Algoritma LRU bertugas untuk menjaga agar selalu tersedia tempat untuk menyimpan dokumen yang baru diakses. Jika cache sudah hampir penuh, algoritma ini menghapus dokumen-dokumen yang lama tidak diakses (least recently used) sampai batas tertentu. Algoritma Ageing memeriksa tanggal dokumen yang terdapat di dalam cache untuk menentukan apakah dokumen tersebut harus dihapus. Di samping itu algoritma Ageing juga menentukan apakah dokumen yang sedang diakses user perlu diambil dari server asal atau cukup dengan menggunakan dokumen yang terdapat di dalam cache. Server proxy umumnya menggunakan cache non-persistent karena kelebihan yang disebutkan di atas.

Hierarki Cache

Server proxy dapat dihubungkan dengan server-server proxy lain dan membentuk hierarki seperti pada sebuah organisasi. Jika server proxy bergabung dalam sebuah hierarki, sebuah server proxy bisa memilih untuk mengambil dokumen yang diinginkan dari server proxy lain dalam hierarki atau mengambil dari server asal. Saat ini National Laboratory of Applied Network Research (NLARN) sedang mengembangkan prototipe hierarki cache dengan beberapa buah server proxy-cache pada tingkat hierarki yang paling tinggi (root cache). Hierarki ini terdiri dari cache pada tingkat nasional, regional, dan organisasi. Dalam prototipe ini cache pada tingkat nasional melayani permintaan akses untuk domain negara tersebut. Misalnya terdapat permintaan dokumen dari URL http://www.titech.ac.jp yang berada di bawah domain jp (Jepang), maka dokumen tersebut diminta dari cache tingkat nasional di Jepang.

Institut Teknologi Bandung sekarang juga sedang mengembangkan hierarki cache untuk jaringan di dalam kampus. Dalam hierarki yang kami kembangkan terdapat beberapa server proxy-cache yang diletakkan secara terdistribusi agar dapat mengurangi beban lalu lintas jaringan. Berdasarkan pengalaman kami, di jaringan gedung Pusat Antar Universitas dalam satu minggu dapat terjadi transfer data yang mencapai 1 Gigabyte untuk aplikasi WWW dan penggunaan server proxy-cache untuk gedung ini dapat menghemat lalu lintas data aplikasi WWW sampai sekitar 23%. Jadi dengan contoh kasus ini dapat terlihat bagaimana keuntungan menggunakan server proxy-cache untuk menghemat bandwidth WAN.


Baca Selanjutnya..

5 Tools Untuk Download Video Dari Youtube

YouTube.com merupakan situs video yang paling populer. Hampir semua jenis video ada di sana, kecuali video xxx tentunya :-D . Ada kalanya mungkin Anda ingin menyimpan (download) video yang ada di Youtube, sehingga Anda bisa menontonnya kembali kapan saja (tidak harus konek dengan internet).

Berikut ini kami tampilkan lima software yang dapat Anda gunakan untuk mendownload video dari Youtube.

1. YouTube Downloader


Merupakan software untuk download video dari YouTube, Google Video, Yahoo Video serta mengkonversi file video tersebut dalam format MOV, MP4, WMV, AVI, dll.

2. Youtube Downloader HD

Sesuai dengan namanya, Anda dapat mendownload High Quality video, High Definition dan Full HD video dari Youtube dengan menggunakan Youtube Downloader HD.

3. Free FLV Converter

Dengan FLV Converter Anda bisa mencari, mendownload dan mengconvert file video dari Youtube, Meta Cafe, Daily Motion, dll. Yang cukup menarik dari software ini adalah Anda dapat mendownload beberapa video sekaligus.

4. Online FLV Converter

Ini merupakan layanan online, jadi Anda tidak perlu menggunakan software bantu lain untuk mendownload video dari Youtube. Anda hanya tinggal memasukkan URL video yang akan didownload dan memilih tipe file videonya.

5. DownloadHelper

DownloadHelper merupakan firefox addons yang dapat Anda gunakan untuk mendownload video dari ratusan situs video. Dari beberapa software di atas DownloadHelper memang paling lengkap.

Di antara lima tools di atas mana yang Anda pilih? Atau mungkin Anda punya alternatif lain yang lebih menarik?


Baca Selanjutnya..